Memutihkan Stadion Soepriadi: 42 Ribu Nahdliyin Blitar Raya Larut dalam Istighosah Kubro 1 Abad NU

KOTA BLITAR – Suasana Stadion Soepriadi Kota Blitar berubah menjadi lautan putih pada Sabtu, 24 Januari 2026. Sebanyak 42.000 kader Nahdliyin dari seluruh penjuru Blitar Raya berkumpul dalam satu barisan untuk mengikuti Istighosah Kubro, sebuah gelaran akbar dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama yang ke-100 Tahun Masehi.

Gema Al-Qur'an dan Kemeriahan Santri

Acara dimulai sejak fajar menyingsing, tepat pukul 05.00 WIB, diawali dengan pembacaan Khotmil Qur’an oleh para Hafidz dan Hafidzoh se-Blitar Raya. Suasana religius semakin kental dengan kehadiran 1.200 santri dari berbagai pondok pesantren besar, di antaranya:
- PP Nurul Ulum Kota Blitar
- PP Bustanul Muta’alimin & PP
- Bustanul Muta’alimat Kota Blitar
- PP Alfalah Jeblog
- PP Anharul Ulum Kademangan
Kehadiran para santri ini tidak hanya memberikan energi muda pada acara, tetapi juga menjadi simbol regenerasi NU yang terus hidup di Bumi Bung Karno.

Doa untuk Keselamatan dan Kesejahteraan Blitar

Ketua Panitia, H. Hartono, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh pihak yang telah bahu-membahu menyukseskan acara ini. Beliau menekankan bahwa istighosah ini bukan sekadar seremoni, melainkan ikhtiar spiritual.

"Istighosah ini menjadi tolak balak untuk Blitar Raya. Semoga Allah menambah rezeki semua jamaah dan undangan agar semakin melimpah. Menjadikan Blitar Raya adem ayem, tentrem, serta memastikan anak cucu dan cicit kita menjadi anak yang sholih sholihah," ujar H. Hartono.

Senada dengan hal tersebut, Ketua PCNU Kota Blitar, Dr. H. Habib Bawafi, M.H., mengajak seluruh warga NU untuk melakukan muhasabah (evaluasi diri). Ia menegaskan peran strategis NU dalam sejarah bangsa.
"100 tahun NU telah mengawal Indonesia merdeka menuju peradaban mulia. Kegiatan ini adalah sarana kita bermunajat dengan khusyuk dan penuh harap, memohon keselamatan bangsa dan keberkahan hidup," tegas Dr. Habib Bawafi.


Sinergi Ulama dan Umaro

Keharmonisan antara ulama dan pemerintah tampak nyata dengan kehadiran Walikota Blitar dan Bupati Blitar di jajaran tamu kehormatan. Turut hadir pula perwakilan dari PWNU Jawa Timur, yang dalam kesempatan ini dihadiri oleh Romo KH. Kusnan Dimyati, menambah kekhidmatan doa bersama yang dipanjatkan.

Acara yang berlangsung tertib ini membuktikan soliditas warga Nahdliyin Blitar Raya dalam menjaga tradisi spiritual sekaligus memperkuat ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat.

0 Comments